Pentingnya Sebuah Tagline/Slogan

| Minggu, 06 November 2011
Setiap kali saya sering bertanya kepada klien : "Apakah sudah punya tagline untuk usahanya?"

Kebanyakan dari mereka menjawab : "Belum, mungkin bisa dibuatkan sekalian" atau "Ada, We serve the best!"

Hal ini, menunjukkan kurangnya pemahaman klien mengenai tagline. Sehingga, mereka tidak begitu menganggap tagline itu sebagai sesuatu hal yang penting atau tagline yang diciptakannya kurang nendang. Di sisi lain, sebuah tagline tidak bisa diciptakan secara instan apalagi menyuruh orang lain yang tidak mengetahui seluk beluk,visi dan misi perusahaan.

Eric Swratz, seorang penulis dan ahli brand tagline mendefinisikan tagline (slogan) sebagai susunan kata yang diringkas (biasanya tidak lebih dari 7 kata dan diletakkan mendampingi logo dan mengandung pesan brand yang kuat ditujukan kepada target audience tertentu. Oleh karena itu, penciptaan sebuah tagline perlu disesuaikan dengan citra brand yang hendak dibangun. Berikut ini contoh tagline dari beberapa brand terkenal :

  • Indomie : Seleraku (1 kata)
  • Surf : Putih cemerlang (2 kata)
  • Sejati : Emang bikin bangga (3 kata)
  • RCTI : Kebanggan milik bersama (4 kata)
  • Milo : Energi untuk menang setiap hari (5 kata)
  • Minyak kayu putih Cap Lang : Buat yang tersayang jangan coba-coba (6 kata)
  • Citra White : Untuk kulit terasa kencang dan tampak muda (7 kata)

Seperti juga disampaikan oleh ahli branding lainnya, tagline seringkali diplesetkan menjadi : Tagline, tag lines your remember sehingga dengan kata lain sebuah tagline erat kaitannya dengan positioning sebuah produk atau jasa. Oleh karena itu, untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan, sebuah tagline juga harus diciptakan sesuai dengan tujuan dan sifatnya. Bisa untuk maksud menjelaskan suatu produk tertentu sampai sifatnya mengajak (provocative).

Descriptive
Yaitu tagline yang bertujuan untuk hanya menerangkan produk/servis/janji brand tersebut. Seperti  HIT Anti nyamuk generasi baru.

Spesific
Tagline jenis ini mencoba memposisikan dirinya sebagai yang terunggul dibidangnya. Contohnya : SOSRO Ahlinya Teh.

Superlative
Hampir sama dengan sifat sebelumnya, tagline juga bisa digunakan untuk memposisikan suatu produk sebagai yang paling unggul. Contohnya : BAYGON Jaminan mutu.

Imperative 
Imperative berarti menyuruh untuk melakukan suatu aksi, biasanya diawali dengan kata kerja Contohnya : LA LIGHT Enjoy aja!

Provocative
Mengajak atau memancing logika atau emosi audiens biasanya tagline erupa kalimat tanya. Contohnya : Oli Anda TOP ONE juga kan?

Begitu pentingnya peran tagline untuk membangun positioning sebuah brand. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita jangan asal-asalan membuat sebuah tagline!



Untuk melakukan pemesanan desain logowebsite dan layout di RDPL, Anda dapat menghubungi : 0821 2087 2626 atau melalui email : marketing@roamsystem.com.

Tim kami akan dengan senang hati membantu menyelesaikan permasalahan desain komunikasi visual Anda.




Salam,




RDPL
 

Copyright © 2010 RoamSystem : Jasa Pembuatan Logo & Website | Design by Dzignine